Kamis, 29 November 2012

Bener Ga siiiihhh....

Hari ini (Jum'at 30 November 2012) tepat mengawal pagi hari, aku memulai rutinitas ku seperti biasa. Tapi hari ini ku rasa adalah hari "sial" ku. Memang semua hari itu sama tidak ada buruknya, tapi pernah ga sih ngalamin hal seperti aku.
Mitos atau bukan ya, ataupun hanya kebetulan saja. Mungkin juga ini sugesti yang menjadi do'a,hehehehe...(sulit dimengerti).

Pagi ini bangun tidur sudah sibuk dengan urusan kotoran baby (udah kodrat juga sebagai seorang ibu), tapi ga biasanya dia pulp pagi (mungkin itu pertanda pencernaannya mulai normal)...trus gitu pas lagi bersih - bersih dapur, eh bukannya bersihin tapi semua yang sudah ku rapikan dengan kecerobohanku sendiri berantakan lagi, padahal hanya tersenggol sedikit,huuufffttt..kerjaannya dimulai dari awal lagi. Pernah juga kejadian di hari selasa sial seharian menghampiriku, harus banyak - banyak sabar, istigfar serta sholawat ;)

Jadi aku ga boleh pesimis lagi en jangan yakin kalau hari ini adalah hari "sial" ku... Tetap optimis dan harus lebih rapi dan hati - hati ya khaaaannnnnnn.....

Kamis, 27 September 2012

Waktu Yang Begitu Berharga..

Bisa dibilang kehidupan saya sekarang adalah saat - saat yang paling membahagiakan. Dimana Allah masih memberikan waktu dan kesehatan untuk menikmati hidup. Apabila sudah sakit, baru kita sadari betapa pentingnya kesehatan. Tidak hanya sehat jasmani tapi juga sehat rohani, karena jika salah satunya sakit maka tetap saja kita tidak merasakan nikmat sehat seutuhnya. Di saat  inilah saya merasakan bahagia lahir bathin, karena bangga menjadi istri dan ibu yang seutuhnya selalu ada untuk suami dan anak. Bisa melihat perkembangan buah hati dari waktu ke waktu adalah kebahagian tersendiri dari bathin seorang ibu, rasanya semakin klop, walaupun dengan tatapan mata sepertinya saya sudah tau apa yang si kecil mau. Begitu banyak harapan dan doa yang saya curahkan untuknya. Berharap ia akan tumbuh sebagai wanita sholehah dan mulia. Jauh lebih baik dari orang tuanya, bukan hanya untuk materi tapi akhlaq dan prilakunya juga jauh lebih baik.




Maka untuk itu kami sebagai orang tua semakin giat mencari ilmu untuk memberikan yang terbaik kepada anak kami. Kami tidak ingin anak kami tumbuh sebagai anak yang manja dan bergelimang harta, kami hanya ingin dia tau bagaimana mensyukuri nikmat, tanpa harus terus meminta yang belum ada. Walaupun terkadang mendapat cibiran karena saya tidak berkarir di luar rumah seperti wanita yang mencapai pendidikan Sarjana pada umumnya. Namun saya tetap bangga dan bersyukur dengan keadaan saya saat ini. InsyaAllah rejeki saya sudah Allah salurkan lewat suami dan anak. Karena rejeki bukan hanya dilihat dari materi, tapi memiliki suami dan anak yang sholeh juga merupakan rejeki yang sangat besar dari Allah, rasanya sudah lebih dari cukup. Ilmu yang telah saya raih di bangku kuliah bukan berarti harus diaplikasikan di dunia kerja saja, melainkan dalam rumah tangga juga sudah jelas banyak manfaatnya. Karena saat kuliah, teori di kampus  mungkin hanya sekian persen saja ilmu yang teserap, namun pengalaman hidup yang didapat sangatlah banyak dan menjadi bekal untuk kehidupan saya saat ini dan nanti.

Makin bangga lagi dengar kata-kata Pak Mario Teguh :)

"Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia di muka bumi ini daripada memelihara, menumbuhkan, dan membesarkan keluarga yang baik."


Emang bener, untuk itu nikmati dan syukurilah waktu mu saat ini, jangan pernah menuntut sesuatu yang belum pasti tanpa harus  menyusahkan orang lain :)

Jumat, 14 September 2012

Menanti Perubahan ...

Siang ini (14/09/2012) tepat jam 02.12 pm waktu setempat, aku terbangun mendengar dering ponselku. Ternyata suamiku yang menelpon, suaranya terdengar sangat bahagia dan bersemangat sekali. Rupanya iya habis curhat dengan ortu (babe) tentang suatu pertanyaan yang ingin diutarakan dari sejak lama, dan gayung pun bersambut babe sangat mendukung dengan niatannya tersebut. Dan insyaAllah jika Allah SWT berkenan  akan perubahan itu di tahun depan (2013), semoga masih diberi umur dan bisa merasakan masa - masa itu dan suasana baru lagi setelah kami hidup bersama. Semoga di tahun - tahun terakhir menjalani hidup seperti ini akan lebih banyak menemukan pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan sebagai bekal sebelum kami berevolusi, hehehe... Jadi akan aku nikmati saat - saat ini, pasti suatu saat akan ku rindukan kembali keadaan seperti ini, mengingat baru hampir setahun aku merasakan tinggal di sini tapi Alhamdulillah sudah merasa damai dan tenang walaupun berjauhan dengan ortu dan tidak ada gangguan dari lingkungan sekitar... Semoga kelak disana nanti akan lebih baik dari keadaan sekarang, tidak ada yang berubah sedikitpun dengan ketenangan yang ku rasakan saat ini dan lebih membahagikan untuk keluarga kecilku... Aamiin :)


Kamis, 13 September 2012

Orang Tua Baru, hehehe

Mungkin bagi saya dan suami mengurus anak itu hal yang sangat baru dalam hidup kami. Tapi kalau mengurus anak kecil bukan hal yang baru, karena kami sama - sama anak sulung, pastinya kami berpengalaman membantu orang tua (ortu) menjaga adik - adik, walaupun tidak sepenuhnya kerjaan kami. seiring berjalannya waktu dan usia membuat kami banyak belajar banyak hal, dan salah satunya bagaimana mengurus anak. Dari berbagai informasi dari ortu dan akses internet yang mudah dan berjuta informasi seputar anak bisa kita dapat disana, tapi harus di filter juga informasi tsb. 

Bisa dibilang mungkin kami ortu yang kontroversi, hehehe... kenapa bisa begitu??
Alih -alih pengen hidup mandiri. Begitu selesai bersalin ortu kami terkesan berebut agar aku dan anakku dirawat dulu di rumah mereka, maklum karena sama - sama cucu pertama, dan melihat kondisiku waktu itu lemah, tapi "daripada - daripada" lebih baik kami saja yang urus sendiri. Memang jauh - jauh hari sebelum bersalin aku dan suami sudah sepakat untuk mengurus anak kami sendiri yang jauh dari ortu kami. Hal itu merupakan awal pro dan kontra, karena versi ortu kami, kalau mereka jaman dulu waktu kami lahir ortunya sudah ga ada jadi ga dibantuin hanya bapak yang diharapkan, tapi kan sekarang mereka masih sehat dan sangat mampu membatu untuk merawat bayi. Terus juga karena baru melahirkan dan punya anak pasti nanti susah ngurusnya, karena suami juga kerjanya 12 jam lebih, sehingga aku sendiri yang mengurus bayi kalau suami kerja itu juga yang menjadi pertimbangan ortu kami. Karena suamiku bersikeras untuk mandiri ortu kami pun menyerah dan membiarkan kami mengurus sendiri dan jauh dari mereka. Maklum sekarang ini banyak ortu - ortu baru yang "manja" yang sebenarnya mereka mampu, tapi dengan senang hati menerima uluran tangan kakek neneknya untuk membawa cucunya, sampai - sampai banyak sebutan "anak nenek", karena anak lebih dekat dengan neneknya dibandingkan ortunya sendiri, tidak sedikit anak jadi manja dan nakal setelah di asuh oleh kakek neneknya, karena ada istilah "manisnya anak, tapi lebih manis lagi cucu", hehehe... Alhamdulillah sampai saat ini aku dan suami selalu mendapat hal dan ilmu baru mengurus anak, jadi bangga rasanya membesarkan si kecil rtanpa campur tangan orang lain. Itu juga yang membuatku bangga menjadi IRT daripada wanita karir, coz amal wanita lebih banyak diperoleh dalam rumah tangganya :)

Dan karena bayi kami perempuan kami juga sepakat untuk tidak menindik kupingnya (lucu kan), kata ortu kami lagi, "cewek ko ga diantingin, nanti besar pasti pengen pake anting juga dia". Bukan apa - apa sih, kami hanya tidak ingin menyakitinya dan nanti bisa berakibat negatif untuknya, coz insyaAllah besar nanti dia harus berhijab.

Juga tidak imunisasi, itu ortuku yang sangat menyayangkan, karena mereka berfikir bahwa kami sama - sama dari orang terpelajar, "tapi anak ko ga di imunisasi". Yah banyak juga yang nakut - nakutin bisa tertular penyakit ini itu apabila tidak divaksin. Bukannya kami sombong atau takabur, tapi semua kami serahkan pada Allah SWT dan tetap berusaha menjaga makan dan kesehatannya. Pastinya Allah menciptakan setiap makhluk ciptaan-Nya dengan sempurna, walaupun ada penyakit bawaan lahir dsb, pastinya juga ada kesalahan ortunya yang berakibat Allah SWT memberikannya ujian lewat sakit anaknya. Allahualam. Juga banyak mitos ini itu seputar merawat anak, seperti menjampi - jampi anak agar tidak rewel, minum air tawar ini itu, anak dikasih benda- benda tertentu agar tidak diganggu jin dan dsb. Makanya kami putuskan agar berusaha merawat anak sendiri, karena kami ingin menghindarkan anak kami dari pengaruh - pengaruh itu, kami mau anak kami hanya mengenal sunnah Rasul tidak melenceng kesana kemari dan sepenuhnya hanya kepada Allah SWT meminta perlindungan.

Sudah gitu waktu bayi kami umur 19 hari, kami pulang kampung mengendarai motor kurang lebih 1 jam sampainya dan pp tidak menginap. Mereka hebohnya bukan main, hahaha....katanya "berdua ini ya, anaknya kaya di anggap boneka buat main - mainan, masih umur segini sudah dibawa jalan jauh - jauh pakai motor pula"...

Yah sudah berjalan hampir 2 bulan akhirnya mereka sudah membiarkan kami mengurus anak sendiri, kadang seminggu sekali mereka datangin cucu, maklum kangeeeeeennnn, hehehehe...

Nur Azkiya, 19 Juli 2012

Love U coz Allah SWT

Hidup ini begitu banyak cerita, maka bila kita menjalani dengan tulus dan ikhlas maka akan sangat lebih berwarna. Setiap manusia yang masih diberi nafas pasti masih akan menemui masalah hidup. Tidak ada seorangpun yang bisa lari dari masalahnya jika iya selalu menghindar, maka harus tetap dihadapi. Ingatlah bahwa setiap masalah atau kesusahan hidup pasti juga kehendak Allah SWT, tinggal bagaimana kita bisa intropeksi diri apa yang salah dan lalai dari diri kita. Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan selalu benar. Anggaplah semua itu adalah ujian dari-Nya untuk meningkatkan derajat kita dihadapan-Nya, percayalah pasti ada hikmah disetiap peristiwa.


Manusia diberi fitrah untuk saling mencintai dan berkasih sayang, sayang anak kepada orang tuanya ataupun sebaliknya, saling menyayangi sesama manusia, dan itu sangat manusiawi. Sudah fitrahnya jika seseorang wanita atau pria menyukai lawan jenisnya, tapi jangan lupa selama belum menikah masih belum halal, jadi ada batasannya. Jaman sekarang banyak sebagian orang sudah melalaikan hal itu, hanya cinta yang diliputi nafsu sampai harus berzina dsb, semoga kita bukan termasuk golongan demikian.. Aamiin.

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, maka dari itu bagaimana kita belajar mencintai hanya karena Allah SWT. Perasaan kasih sayang yang begitu mendalam kepada sesuatu hal sangatlah tidak baik, karena apabila suatu saat kita kehilangan, pasti akan begitu menyakitkan, bagaimanapun sedih pasti ada karena itu manusiawi, tapi jangan sampai berlarut - larut, dan membiarkan hidup kita semakin dalam keterpurukan, ingatlah semua hanya titipan Allah SWT. Dari itu pula aku selalu belajar bagaimana mencintai orang - orang yang ku sayang hanya karena Allah SWT. Kadang jika berkhayal suatu saat akan kehilangan orang tua, saudara, suami dan anak pasti akan menitikkan air mata karena begitu sayangnya, dan berkata dalam hati lebih baik aku duluan yang pergi daripada harus melihat mereka pergi duluan, dalam mimpi saja bisa menangis tersedu - sedu sampai terbawa bangun tidur. Astgfirullah... mereka semua milikMu Ya Allah, hanya Engkau yang tau kapan aku dan mereka akan dipanggil kembali kepada-Mu, kalaupun memang aku yang pergi duluan pertanyaanya sekarang "apa sudah cukup amalku, apa sudah maksimal ku lakukan hidup ini hanya dijalan-Mu ?". Ya Allah maafkan hamba, karena tidak sepantasnya hamba merasa memiliki dan mencintai yang lebih selain dari-Mu, hanya kepada-Mu cintaku Ya Allah, hanya kepada-Mu tempatku mengadu, berkelu kesah, mungkin aku telah lalai kepada-Mu, tapi jangan sampai Engkau menjauhi aku. Mungkin saat ini ibadahku sangatlah kurang, tapi jangan sampai tinggalkan aku, biarkan aku tetap dijalan-Mu... Aamiin Ya Rabbal Alamiin...


I Love U Allah...
I Love U Rasulullah..

I Love U My Parent,
I Love U My Husband, 
I Love U My Sister and Brother,
I Love U My Little Angel..
Love All coz Allah SWT...
"Semoga Cinta kita kekal dan berkumpul lagi akhirat nanti..Aamiin :)"

Selasa, 04 September 2012

Korean Wave

Ga tau kenapa sekarang negeri gingseng alias Korea lagi booming di berbagai negara tak terkecuali Indonesia, fans-fans fanatiknya juga ga kalah sama negara - negara lain. Mungkin salah satunya saya, tapi ga over juga sih. Dulu awalnya suka Korea dari dramanya (dramkor) yang selalu menyentuh..(cie elaaah menyentuh apaan tu,xixixi). Waktu zaman SMP dulu saya memang udah menggilai drama Asia seperti "Endless Love", "Meteor Garden", "at the Dolphin Bay", emmm banyak lagi dah yang lupa judulnya apa....apalagi sama F4 "Dao Ming Xi" (lo kaga salah tulisannya gitu :D) suka banget sampe poster-posternya sama CD soundtrack-nya pun ga ketinggalan belinya juga di pasar tiap hari minggu lo ada duit lebih, hahaha.... kan kalau jaman sekarang lebih menunjang internet dari ponsel sudah mendukung, browsing lagu, foto, update berita terbaru sang idola sampai puas ga perlu kemana-mana dan ga nyadar kalau pulsa ludes,hehehe.... (lo jaman aye dulu mah boro-boro mau internet ponsel aje masih layar biru, warnet juga blon ade,xixixi....) Terus seiring berjalannya waktu ya udah ga update ma poster dsb lagi setelah dramanya ending. Terus pas SMA mulai sering dramkor muncul dengan berbagi judul, sebenarnya malas ngikutin coz kalau ketinggalan 1 episode aja rasanya kecewa berat, maklum waktu itu duit jajan pas-pasan jadi ga bisa buat beli CDnya (dulukan masih pake CD ga kaya sekarang ada DVD), tapi iseng-iseng nonton, eh malah penasaran sama sambungannya, ya gitu terus sampe tamat dah filmnya, sudah gitu masih terpesona lagi sama aktornya,hahaha... Drama yang paling berkesan dulu tu "Full House", "Sassy Girl Chunyang", "Love in Paris", "Memori of Bali", banyak lagi dah yang juga ada kelewatan ga ngikutin ceritanya.

Sekarang ini udah kurang update ma dramkor, semenjak kuliah ga ada tivi,xixixi.... eh sekalinya dilanjutin ma adikku sekarang :p

___________________________________________________________________________________

 ini catatan aku sebelum melahirkan kemaren, terpotong deh.. sekarang yang pengen kutulis saat2 tak terduga yang kualami dalam hidup ini...
>
>
>
See More


Saat tak terduga dalam hidupku...

Siapa yang bisa menebak apa yang terjadi di masa depan, atau bahkan beberapa detik kemudian...

Itu yang telah ku lewati, setelah flashback ternyata semua ga pernah kebayang bakal sampai seperti sekarang ini.

Contohnya, sekarang aku menemukan pendamping hidup yang ternyata orangnya ga jauh - jauh dari kehidupanku beberapa tahun yang lalu (sekitar 2003), padahal pada saat kuliah (sekitar 2005-2006), aku dan sahabatku (Ijum, Dede, Ida, Juri, en Yeni), kami sering menghayal di kamar kost (bukan menghayal yang jorok yaooo :D), kami sering bertanya - tanya siapa jodoh kami kelak, apakah orang yang baru kita kenal atau orang di masa lalu, ternyata jawabannya berbeda - beda setelah kita jalani sampai sekarang :)


Di masa itu hanya aku dan Ida aja yang ga punya pacar, gebetan yang bisa di ceritakan ke teman - teman maklum mungkin karena wajah ku pas-pas, hehehe... Tapi tetap bersyukur karena Allah menciptakan ku tidak kurang satu apa pun, dan hidupku selalu dikelilingi teman - teman baik dan keluarga yang selalu menyayangi ku jadi Alhamdulillah ku ga pernah merasa kesepian walau ga punya pacar. Ijum yang clbk ma mantanya, terus dede yang mamang udah punya pacar sejak SMA, Juri yang masih jadian juga ma teman SMAnya, dan Yeni banyak yang pedekate juga ma dia ga di kampus aja tapi di asramanya juga. Ternyata di akhir tahun 2008 ku dekat dengan teman sekelas 3IPA di SMA dulu dan sekarang dah resmi jadi suami ku tahun 2011 kemarin, dia dulu cuma teman bercandaan yang ga terpikir bakal jadi suami ku di masa depan, terus Dede juga sudah nikah dengan polisi pendatang yang menetap di kotanya dan sekarang sudah punya 2 anak, Ijum juga baru nikah (15-7-2012) dengan PNS yang baru dia kenal beberapa bulan terakhir bahkan aku pun belum pernah ketemu langsung dengan suaminya, Yeni sebentar lagi akan menyusul juga dengan orang yang baru dikenalnya sekitar akhir kuliah, tinggal Ida ma Juri ni yang belum merit coz belum ada yang "sreg" katanya, hehehe... Wah lo di ingat masa - masa itu bikin ketawa - ketawa sendiri, hihihi...

Alhamdulillah sekarang (2012) aku sudah menikah dan diberi putri mungil yang lahir 19 Juli 2012 lalu. Saat - saat kehamilan yang begitu cepat rasanya, eh sekarang udah jadi ibu, padahal awal - awal kehamilan jatuh bangun juga, mulai dari mual sampai kena teroid, tapi semua itu terasa cepat berlalu. Saat - saat akan melahirkan juga tidak terduga, padahal perkiraan dari dokter lahir bulan Agustus, jadi ga nyangka aja ternyata lahirnya lebih cepat dari yang diperkirakan.

Padahal malamnya (tanggal 18 Juli) itu aku dan suami jalan - jalan naik motor, pergi USG dan kata dokter kemungkinan akan lahir 24 Agustus 2012, sempat senang juga karena insyaAllah bakal tunai puasa Ramadhan 1 bulan penuh, ternyata jika Allah sudah berkehendak maka tidak akan ada yang mampu menahannya selain Allah sendiri. Sebelum USG kami juga berkunjung ke rumah teman suami yang mengundang makan malam untuk syukuran menyambut Ramadhan. Begitu pulang dan sampai di rumah aku langsung istirahat seperti biasa, tiba - tiba jam setengah 2 dini hari aku terbangun karena kebelet pipis, memang sudah sakit tapi belum seberapa dan ku anggap biasa, jadi biar rileks aku menyalakan TV, dan jam 2 ada air keluar, ga tau kalau ternyata itu air ketuban, jadi browsing di internet gitu tentang air ketuban (sempat - sempatnya, ckckckck) maklum kami sama - sama jauh dari orang tua, jadi semua serasa baru buat kami, sampai jam setengah 4 rasanya makin sakit baru kami menuju klinik kurang lebih 5 menit kami sampai karena saat itu jalanan masih sepi dan lampu merah belum aktif. Setibanya di klinik ternyata sudah bukaaan 9, semua bidan sibuk menyiapkan perlengkapan proses lahiran suami ku pun di suruh memangku kepala, samapai dia juga ikut tegang, dan jam 5 tepat adzan Subuh baby ku lahir dengan berat 2,5 kg dan panjang 47 cm, yang diberi nama Nur Azkiya :)
Alhamdulillah lega rasanya ;)


Itu semua hal - hal tak terduga dalam hidupku, masih banyak hal - hal tak terduga yang mungkin akan terjadi di waktu berikutnya, bahkan umur kita kapan berakhirnya dan pasti tak terduga, namun pasti juga akan kita dapatkan hanya Allah yang tau. So gunakan waktu yang ada saat ini dengan sebaik - baiknya, manfaatkan moment berharga saat berkumpul dengan orang - orang yang kita sayang, karena di masa mendatang akan sangat kita rindukan saat - saat seperti ini jika semuanya telah tiada.


Sekian dulu untuk hari ini see U ^_<